Angk.XIX - 2000

Dikmaba Polri Angk. XIX thn.2000 SPN Batua Polda Sulsel

2009,hut,polri,polisi
Dirgahayu POLRI ke 63
Melalui Reformasi Birokrasi Polri
dan
kemitraan Polri dengan Masyarakat,
Polri siap mengamankan
Pemilu Presiden dan Wakil Presiden tahun 2009
"5 PROGRAM QUIK WINS UNGGULAN POLRI"

1. QUIK RESPON TKP ( BAIK TKP LANTAS, KRIMINALITAS MAUPUN TKP GANGGUAN LAINYA ) PATROLI DAN YANMAS LAINYA.
2. TRANSPARANSI DALAM PELAYANAN SIM, STNK DAN BPKB.
3. TRANSPARANSI PENYIDIKAN MELALUI SP2HP.
4. TRANSPARANSI DALAM REKRUTMEN DILINGKUNGAN POLRI (AKPOL,PPSS,BA DAN PNS POLRI).
5. PENGAMANAN WILAYAH PERBATASAN NKRI
6/29/2009 04:35:00 AM

Remunerasi Polri Belum Bisa Terealisasi

Diposkan oleh Andi Sofyan Hady

4fi6qty5mbJakarta - Kenaikan remunerasi (uang penghargaan) anggota Polri yang direncanakan mulai 1 April 2009 belum bisa terealisasi. Polri masih menunggu keputusan Menteri Keuangan.

"Insya Allah nanti jadi. Di tingkat nasional menunggu keputusan dari Menkeu," jelas Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (3/4/2009).

Remunerasi diberikan terkait program Quick Win yang dirilis Mabes Polri dalam rangka reformasi birokrasi. Kenaikan remunerasi direncanakan sebesar 50 persen. Kebijakan kenaikan remunerasi diharapkan bisa memicu kinerja angggota Polri dalam menjalani tugasnya.

BHD berharap program itu bisa dimulai segera. Ia berharap ada perubahan di kepolisian dalam arti peningkatan sistem kendali kerja.

"Doain aja secepatnya," harap mantan Kapolda Sumatera Utara ini. Detik.com Selengkapnya...

5/30/2009 10:57:00 AM

Kemana Suara Keluarga TNI-Polri

Diposkan oleh Andi Sofyan Hady

Pemilu presiden hanya menyisakan enam pekan dari sekarang, segala persiapan menghadapi persaingan di antara ketiga pasangan capres-cawapres sudah dilakukan. Dari tim sukses hingga tag line pun sudah tumbuh dan tersebar di mana-mana.

Pertumbuhan tim sukses malah sangat menonjol. Dalam sehari saja, bisa puluhan kelompok relawan yang terbentuk. Latar belakang mereka sangat bervariasi. Mulai dari mahasiswa, LSM, kelompok masyarakat, pemuka agama, tokoh masyarakat dan adat, ulama, hingga mantan petinggi militer.

Menariknya adalah fenomena keterlibatan mantan petinggi TNI-Polri yang terlibat langsung sebagai tim sukses ketiga pasangan.
Terlepas dari apakah karena dalam ketiga pasangan kontestan Pilpres 2009 adalah purnawirawan jenderal. Ada Wiranto, Prabowo, dan SBY. Yang pasti adalah bahwa mereka secara aktif secara terang-terangan menyatakan diri sebagai pendukung salah satu kontestan.

Dapat dibayangkan bila para mantan petinggi yang pernah memiliki pasukan dan dipatuhi komandonya itu menjalankan taktik dan strategi, pasti hasilnya akan sangat seru. Itulah sebabnya, Pilpres 2009 ini diprediksi akan banyak menunjukkan kejutan-kejutan.

Apa yang dibutuhkan dari seorang purnawirawan jenderal? Antara lain menyangkut strategi dan taktik perang. Persaingan memperebutkan kursi RI 1 dan RI 2 juga merupakan perang, dan karena itu dibutuhkan pula strategi khusus. Dengan demikian, partisipasi aktif para purnawiran jenderal diharapkan memperindah kontestasi pilpres, bukannya memperkeruh keadaan. Boleh jadi upaya berebut pengaruh dan simpati di tengah masyarakat justru membawa gesekan sehingga hanya menyisakan cacat demokrasi.

TNI-Polri memang tidak memiliki hak pilih, tapi tidak berlaku bagi purnawiran dan keluarganya. Artinya, suara yang diperebutkan cukup signifikan. Hal ini berakibat pada pertarungan isu di udara, siapa yang paling peduli pada kebutuhan peralatan TNI-Polri, demikian pula terhadap keluarga.

Hal yang kebetulan, pesawat Hercules jatuh dan menewaskan banyak anggota TNI, serta-merta polemik seputar alutsista (alat utama sistem pertahanan keamanan) menjadi perbincangan hangat. Sektor yang satu ini menjadi jualan para capres-cawapres.

Fenomena di atas menjadi pekerjaan rumah yang lumayan rumit bagi keluarga TNI-Polri, begitu pula para purnawirawan dan keluarganya. Di sisi lain, ini menjadi arena pertarungan strategi bagi mereka. Siapa sesungguhnya tim terbaik, akan kita lihat paling tidak pasca 8 Juni nanti setelah putaran pertama usai digelar.

Meski tidak etis memperebutkan TNI-Polri, tapi praktiknya di lapangan mereka tetap seksi bagi para kontestan pilpres. Paradigma militer memiliki tradisi kepemimpinan yang kuat, akan semakin kuat, apapun hasilnya nanti.

Sebab ada orang militer di setiap pasangan capres-cawapres dalam Pilpres 2009. Lalu bagaimana pula anggota keluarga mereka menentukan pilihan, tentu bukan dengan menutup mata atau mengundinya. Yang ideal adalah memilih calon yang care (peduli) dan berkomitmen memperkuat kemandirian TNI-Polri sebagai pengawal negara. (#)

Selengkapnya...